JADILAH PADAKU MENURUT PERKATAANMU

 07 Desember 2013
Sabtu, Hari Raya SP Maria Dikandung Tanpa Dosa
Peringatan St. Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja


Bacaan Pertama

Kej 3:9-15.20

“Aku akan mengadakan permusuhan antara keturunanmu dan keturunan wanita itu.”

Bacaan dari Kitab Kejadian

Pada suatu hari, di Taman Eden, setelah Adam makan buah pohon terlarang, Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya, “Di manakah engkau?” Ia menjawab, “Ketika aku mendengar bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” Lalu Tuhan berfirman, “Siapakah yang memberitahukan kepadamu bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” Manusia itu menjawab, “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu, “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu, “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.” Lalu berfirmanlah Tuhan Allah kepada ular itu, “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan! Dengan perutmulah engkau akan menjalar, dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu! Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan itu, antara keturunanmu dan keturunannya. Keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.


Bacaan Kedua

Ef 1:3-6.11-12

“Di dalam Kristus, Allah telah memilih kita.”

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus

Saudara-saudara, terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di surga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semua untuk menjadi anak-anak-Nya oleh perantaraan Yesus Kristus, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia yang dikasihi-Nya. Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan Allah, yakni kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut kepuusan kehendak-Nya. Dengan demikian kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, ditentukan-Nya supaya menjadi pujian bagi kemuliaan-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.


Bacaan Injil

Luk 1:26-38

“Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas

Dalam bulan yang keenam Allah mengutus Malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku tidak bersuami?” jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Maka kata Maria, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Demikianlah  Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus


 Renungan hari ini

JADILAH PADAKU MENURUT PERKATAANMU

 “Pada hari ini terbitlah setangkai tunas dari akar Jesse; pada hari ini pun Maria dikandung tanpa cela dosa”, demikian bunyi antifon Magnificat. Gereja merayakan Hari Raya Maria dikandung tanpa noda dosa untuk mengingatkan seluruh umat betapa luhurnya martabat Maria sebagai Bunda Penebus. Maria adalah satu-satunya manusia yang dikecualikan Allah dari warisan Adam. Dibanding dengan keturunan Adam yang lain, Maria punya keistimewaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun juga. Maria sudah sejak kekal ditentukan Allah untuk menjadi Bunda Putera-Nya, Sang Penebus dunia. Maria ditentukan untuk melahirkan Yesus, Anak Allah dan kerena itu sejak awal hidupnya, Maria dipersiapkan untuk mengemban tugas luhur ini.  Inilah dasar refleksi iman untuk menghormati Bunda Maria sebagai Immaculata artinya “yang terkandung tanpa noda dosa”.

Rencana Allah itu mulai jelas dengan kabar gembira  melalui malaikat Gabriel. Allah meminta kesediaan Maria untuk mengandung dan melahirkan Yesus, Putera-Nya. Maria berpasrah diri dengan menjawab  “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu itu”. Penyerahan diri yang utuh dan total ini mau menunjukkan kepada kita bahwa Maria adalah hamba Allah. Dialah  Eva baru, taat kepada kehendak dan rencana Allah dengan penuh syukur dan bebas.

Setiap kita dipanggil untuk suatu tugas khusus dari Allah. Namun, kita kerap kali menolak, apalagi jika kita rasakan sangat tidak masuk akal, menakutkan dan akan membuat kita harus berhadapan dengan aneka penderitaan baik secara fisik maupun mental–spiritual. Acap kali kita tidak siap dan tidak berani ambil resiko bila diberi tugas dan tanggung jawab. Dalam hal ini, kita perlu belajar dari Bunda yang terkandung tanpa noda dosa itu untuk mendengarkan dan menjawab “ya” kepada kehendak dan rencana Tuhan.

Maria melahirkan Yesus Sang Penebus bagi dunia. Dia yang akan mengalahkan kuasa maut dan iblis. Maria bukan saja bunda Yesus, pemenang atas iblis dan segala kuasanya tetapi Maria menjadi panglima dalam memimpin umat manusia menghadapi segala kuasa kejahatan.  Maria memimpin kita yang taat setia berserah diri kepada kehendak Allah. Dia memulihkan ketidaktaatan dan ketidaksetiaan manusia kepada Allah. Maka pada masa adven ini, Maria, hamba Tuhan, menjadi contoh hidup iman kita untuk mengusahakan diri kita sebagai hamba Tuhan dalam kesetiaan dan kekudusan. Mari kita menjaga kekudusan jiwa dan raga kita, agar boleh ambil bahagian dalam kekudusan dan kesucian Bunda Maria, sehingga Yesus boleh selalu berdiam dalam hati dan hidup kita.

Doa missioner:  Bunda Maria, bantulah kami agar setia dan taat pada Putramu. Semoga kami mau memberi diri dan hidup kami seutuhnya kepada kehendak Tuhan,  dan senantiasa setia menjaga kesucian dan kekudusan diri dan hidup kami dari segala noda dosa. Bunda Maria, doakanlah kami.  Amin.                                                      

Misiku hari ini: menyempatkan waktu untuk doa Rosario, lebih baik lagi kalau bersama keluarga

Dikutip langsung dari Buku SVD Mission Secretary, Renungan Harian Misioner  –   (5 minutes with the Lord) –,  Editor: P. Hendrikus Meko, SVD / No. HP: 081388558088 / Email: idjsekmis@gmail.com)


Comments are closed.